Selasa, 23 Juni 2009


BERMAIN BADMINTON BAGI ANAK USIA DINI

Bermain merupakan aktivitas bermakna bagi anak usia dini. Dengan bermain anak-anak mempraktekkan apa yang telah pernah dilihat olehnya dalam kehidupan sehari-hari. Bermain juga merupakan praktek peralihan dari generasi dahulu pada generasi sekarang dan di masa yang akan datang. Tetapi seringkali bermain hanya sekedar menghabiskan waktu senggang dan dilakukan tanpa tujuan yang jelas. Bimbingan dari pendidik juga seringkali terabaikan dengan berbagai alasan; kesibukan orang tua, fasilitas bermain yang kurang atau kurangnya lahan tempat bermain di banyak kota besar Indonesia khususnya Jakarta.

Agar kegiatan bermain dapat dilakukan dengan maksimal dan efektif, perlu dibuat aturan main yang sesuai dengan tahap perkembangan anak, kebutuhan individu dan arah kecerdasan yang ada pada diri anak. Anak-anak yang cerdas secara body kinestetik akan lebih senang jika permainan yang dilakukan melibatkan gerak badan dan koordinasi, baik motorik halus maupun motorik kasarnya.

Salah satu pilihan permainan yang dapat dilakukan bagi anak yang cerdas kinestetik adalah olah raga badminton. Olah raga ini bisa dijadikan permainan yang mengasikkan bagi anak jika dikelola dengan baik oleh pendidik dan pelatih yang menyenangi dunia anak-anak. atas kemampuannya memahami perkembangan anak serta teknik berlatih yang benar, anak bisa memanfaatkan waktu luang dan kegiatan bermainnya dengan baik.

Tempat berlatih pun relatif banyak dijumpai di kota-kota besar Jakarta. Holl yang membawahi Persatuan Bulutangkis (PB) dapat dijadikan wahana agar anak bisa dilatih dengan baik dan benar sesuai program yang sudah ditetapkan penyelenggara Holl. Meski harus membayar uang iuran bulanan atau mingguan, orang tua bisa mendampingi anak-anak ketika bermain di Holl maksimal tiga kali dalam satu minggu. Atau bagi anak yang merasa waktu tersebut masih kurang bisa menambah dengan privat setiap hari dengan pelatih. Hanya haruslah diperhatikan motivasi anak untuk bermain. Jangan sampai mereka terpaksa apalagi jika harus menuruti ambisi orang tua yang mengharuskan anak-anak berprestasi sejak usia dini tanpa memandang kemampuan dan kondisi anak.

Dengan bermain madminton anak-anak mengenal dunia olah raga, kesehatan, kebugaran dan persahabatan. Berbagai aspek perkembangan; kognitif, afektif dan psikomotorik pun dapat dikembangkan melalui permainan ini. Anak-anak jadi tahu bagaimana menangkis pukulan lawan, mencari strategi yang tepat agar pukulannya masuk pada sasaran, ketepatan dan kecepatan bola serta mengenal angka yang selalu disebut-sebut oleh wasit ketika angka 1 beralih ke 2 dan seterusnya.

Dengan bermain badminton anak-anak diajarkan bagaimana cara berdisiplin, mentaati aturan, mematuhi perintah, mengenal yang benar dan yang salah, memahami kelebihan dan kekurangan diri serta lawan yang dihadang. Dan ketika permainan ditutup dengan kekalahan atau kemenangan, mereka belajar untuk berjiwa besar menerima kekalahan sebagai sebuah pangkal kesuksesan dan kemenangan sebagai batu loncatan untuk bermain lebih baik lagi.

Akhirnya dengan bermain, anak-anak mampu menemukan jati dirinya yang di kemudian hari menjadi dasar perkembangan remajanya bahkan perkembangan di masa dewasa. Taufik Hidayat pun melalui masa anak-anak di dunia badminton dan bermain layaknya anak-anak. Kemudian berkembang menjadi juara kelas internasional. Itu semua berawal dari permainan masa kecil. Atas dukungan orang tua, pelatih yang ulung dan kemauan yang keras, Taufik menjadi icon badminton di seluruh negeri bahkan manca negara.

Sukses anak Indonesia. Raih prestasi dan aktualisasikan diri semaksimal mungkin. Gali potensi sejak usia dini. Dan lihat lah Indonesia di masa yang akan datang penuh dengan anak-anak yang berprestasi di bidang yang diminatinya. Amin.


Cileungsi, 25 Juni 2009
Ba'da Turnamen Tronix Cup Anak Usia Dini Bekasi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar