Kamis, 17 Desember 2009

BADENDANG
Angin malam usahlah ditanyo kan bana
kanangan kito
maso sapayuang baduo
rindu di hati dima denai pataruhkan
nan den takuik kan uda dihampeh galombang
rindu hati denai dek manangih di dado da patang
den takuik uda bapindah ka lain tangan

Sabtu, 12 Desember 2009

KETIKA FACE BOOK MEWABAH

Siapa yang tidak kenal dengan FB atau Face Book? mungkin semua orang tau kecuali yang belum tersentuh ICT. Fenomenal memang. Benda yang satu ini bisa membius ribuan orang untuk mampu memandang layar komputer atau handphone dalam jangka waktu yang lama, berjam-jam! Fantastis. Dan tagihan pulsa pun membengkak. Ada beberapa dampak positif yang dirasakan ketika FB ini mewabah di seluruh penjuru negeri, pertama, orang bisa berkomunikasi dalam jarak yang sangat jauh tetapi terasa dekat. gambar wajahnya bahkan dapat dinikmati bersama ekspresi yang muncul di layar. canda tawa bisa dirasakan bersama. dampak positif lainnya adalah mampunya anak bangsa ini mengikuti perkembangan jaman yang melibatkan banyak pihak seperti pabrik hp, laptop, teknologi komunikasi yang memunculkan ide-ide baru dalam dunia ICT. Dengan demikian memunculkan persaingan yang tidak sedikit mendobrak pola pikir lama di kalangan akademisi dan anak muda jaman kini.
namun ada juga dampak negatif. banyak orang berkenalan dengan berbagai kalangan di Fb dengan mengandalkan foto yang di pajang di beranda. kebagusan gambar itu sering memunculkan raa penasaran bagi pihak teman yang menaruh simpatik. kemudian berlanjut pada pertemuan di darat. eh ternyata di darat bentuknya biasa-biasa saja dan mengecewakan. yang lebih miris adalah semakin banyaknya jumlah perselingkuhan via face book yang sangat dikesalkan para pasangan pernikahan.hm..suami2 diam2 add cewek2 cantik di FB atau sebaliknya, istri2 yang add suami orang.runyam..
banyak kasus kriminal yang ditayangkan TV yang bermula dari pertemanan di FB.kemudian beranjak ke darat dan terjadilah pemerkosaan, pencurian anak, perselingkuhan dengan mantan pacar yang sudah lama tidak bertemu kemudian bersemi kembali...
makanya, buat kita2 yang sudah aktif di FB, harus kudu hati2. jangan gampang percaya dengan mereka yang sudah di add..ada kemungkinan kita lah targetnya...insyaallah..tidak terpedaya ya..amin.

Rabu, 28 Oktober 2009

PERKEMBANGAN ANAK (Sebuah Catatan Harian Umi)

28 Oktober 2009
Kematangan seorang anak sangat menentukan ketertarikannya terhadap pelajaran sekolah yang diikutinya. Memasukan anak pada sekolah formal terlalu dini dengan metode konvensional tidak menjadi pilihan terbaik. Bukannya hasil yang bagus yang didapatkan justru masalah datang bertubi-tubi. Contohnya Hafiz (lahir 26 April 2002) anakku ini. Pada usia 4 tahun sudah kumasukkan TK umum yang berada dekat dari rumah. Dengan harapan dia bisa bersosialisasi dan mempelajari banyak hal di sekolah sejak usia dini. Sesuai dengan teori PAUD yang banyak aku baca dari berbagai referensi, bahwa anak harus diberikan stimulasi sejak usia dini yakni sejak ia dilahirkan sampai usia enam tahun (versi Indonesia). Versi Dunia dikatakan anak usia dini itu adalah sejak dilahirkan sampai berusia 8 tahun. Apapun batasannya, yang jelas memang ini adalah periode penting dalam tumbuh kembang anak sampai dia menuju dewasa.
Harapan yang begitu besar seperti ingin mendapatkan anak yang cerdas, sehat jasmani rohani, pandai matematika dan cakap berbahasa Indonesia ditambah lagi mengaji iqra, membuat aku terobsesi ingin memberikan stimulasi yang harus memenuhi semua keinginanku. Bayangku sederhana, dulu ketika aku sekecil Hafiz sudah bisa membaca, menulis, berhitung, mengaji, bernyanyi...tapi aku keliru menyamakan anakku dengan diriku yang berada pada periode masa yang berbeda. Kemampuan dan potensi yang kumiliki juga berbeda, wilayah tempat tinggalku juga berbeda, aku lahir di Jambi, Hafiz di Bogor...Sungguh tak bisa kita samakan zaman hidup kita dulu dengan zaman sekarang yang serba canggih dan sarat ICT.
Jadi aku sadari, ada beberapa faktor yang turut mempengaruhi berhasil atau tidaknya seorang anak dalam belajar di sekolah, diantaranya;
Kematangan yang berimbas pada motivasi diri
K
esiapan seorang anak dalam menerima informasi. Misalnya Hafiz yang baru bisa mengucapkan kata Umi dan Abi pada usia 2,5 tahun sudah aku masukkan TK di usia 4 tahun. Ini sebuah kekeliruan. Bagaimana bisa dia berkomunikasi verbal dengan sesama teman atau guru jika pada masa 4 tahun itu hanya beberapa kalimat saja yang baru dikuasainya. Ini menyulitkan dia belajar di kelas; tidak bisa mengikuti kecepatan belajar teman, ia cenderung menyendiri dan membuat hal-hal yang menarik perhatian orang padanya, sering bolos dengan alasan sakit, kalau pun masuk sekolah harus aku paksa dulu didorong masuk ke kelas dengan diiringi tangisan dan teriakan. Sungguh hari-hari yang melelahkan. Aku masih ingat tanganku memar digigit Hafiz pada saat dia tak mau berbaris mengikuti temannya upacara bendera. Anak sekecil itu disuruh upacara selama hampir setengah jam. Mengucapkan Pancasila yang tak dimengertinya. Sebenarnya bukan saja Hafiz yang mengalami masalah seperti ini, banyak anak terutama anak laki-laki. Mereka memiliki badan yang besar dari porsi anak lain karena gizi yang bagus (anak perumahan). Berbeda sekali dengan anak kampung sekitar yang berpostur kecil dan tidak bersekolah. Sikap Hafiz yang anarkhis merupakan bentuk kritik dan protesnya padaku. Karena dia belum siap bersekolah. Hanya dia mengungkapkan kritik itu melalui tindakan karena memang belum banyak kosakata yang dikuasainya. Perkembangan seperti ini ternyata berimbas ketika masuk SD. Di awal belajar di kelas SD, sikap sering bolos, malas dan sering meletakkan kepala di meja seperti ingin tidur. Ini merupakan sebuah kompensasi juga terhadap situasi yang dia tidak sukai. Seharusnya, Hafiz masuk TK di usia 6 tahun pada saat kematangan diri sudah maksimal di rumah barulah dia bersosialisasi di sekolah. Kematangan dan kesiapan itu bisa dilihat dari berbagai aspek seperti apakah anak sudah memiliki banyak kosa kata, mengucapkan kalimat, mengerti perintah... (kecerdasan bahasa). Apakah anak sudah mengenal konsep bilangan sederhana 1-10, menghitung banyak lompatan yang dilakukannya... (kecerdasan matematika). Mampu makan sendiri, toilet training, memasang kaos kaki sendiri (kecerdasan interpersonal). Mampu bercakap dengan orang lain, bekerjasama dengan teman, mau menolong...(kecerdasan interpersonal). Bisa berlari, menggunakan sepeda roda 3 atau 4, berjalan dan melompat...(kecerdasan kinestetis). Dan kecerdasan lainnya...Jika anak sudah matang dan siap bersekolah, insyaallah motivasi diri akan muncul dengan sendirinya. Dan dia pun bisa enjoy di sekolahnya; semua pelajaran diminati karena memang sudah saatnya ia tahu. Untuk kasus Hafiz sampai saat ini aku terus berupaya untuk membuat suasana belajar di rumah menyenangkan. Merangkai dengan kegiatan lain yang lebih bervariasi seperti penggunaan komputer untuk petualangan menghitung anak bebek, menyetel CD Juz Amma setiap pagi dan malam hari, agar selaras dengan pelajaran Juz Amma di sekolah, mengajak studi tur; pulang kampung ke Bukittinggi, melihat situasi kampung, sawah, sungai dan pemandangan, kemudian Hafiz disuruh menuliskan pengalamannya, berenang ke Eldorado dan lain-lain.
Lingkungan sekitar anak
Lingkungan ternyata juga berpengaruh. Tetangga yang mayoritas nonmuslim tidak menggambarkan suasana yang kita inginkan. Bila Ramadhan terlihat sepi dari aktivitas agama Islam kecuali jika kita pergi ke lingkungan sekitar mesjid. Anak-anak di sini jarang mengaji. Lebih suka nongkrong di PS atau warnet yang ada di sekitar rumah tetangga kami. Tak luput Hafiz juga ikut-ikutan seperti temannya. Lebih banyak bermain yang tak terkontrol dari pada belajar. Apalagi kalau musim layangan, sampai sakit bari berhenti tarik layangan. Hebatnya jika musim layangan, Hafiz jadi agen penjual layangan bagi teman-teman di sekitar rumah. Lumayan juga bakat bisnisnya (sering melihat abi yang juga pedagang di pasar).
Untuk mengatasi masalah ikut-ikutan ini, saya membatasi geraknya dengan cara memasukkan Hafiz ke sekolah SD Muhammadiyyah. Masuk sekolah jam 7.30 pulang jam 12 siang. Sisa harinya untuk bermain. Ba'da ashar Hafiz belajar mengaji iqra di rumah selama satu jam dengan Mida yang sengaja aku undang datang ke rumah untuk mengajar mengaji. Mida anak seorang Ustaz di kampung sebelah pintar mengaji dan sudah punya murid mengaji di kampungnya. Usianya 15 tahun dan hanya lulusan SD. Tapi tak mengapa, akhlaknya bagus dan rajin shalat. setiap hari dia juga ikut membantu aku membersihkan rumah jika Hafiz bersekolah. Sambil menunggu Hafiz pulang, sering kami berbicara mengenai perkembangan belajar Hafiz. Keputusan untuk mengajak Mida aku ambil setelah memberhentikan pembantu (Mba Juned). Selama dua tahun bekerja denganku, Mba sangat berpengaruh bagi perkembangan Hafiz. Dia tidak kan tega melihat Hafiz memakai kaos kaki sendiri, sepatu atau baju. Dia juga gak tega melihat Hafiz membawa buku banyak ke sekolah. Dan mandi pun Hafiz masih dimandikan oleh Mba. Alasan kenapa Mba berbuat demikian katanya, pertama karena memang pekerjaannya, tangungjawabnya. Kedua karena anaknya hanya satu dan sekarang sudah besar. Anak keduanya meninggal ketika berusia sekecil Hafiz. Jadi dia sangat sayang pada Hafiz dan memanjakannya. Aku sadar sikap Mba itu sangat tidak baik untuk perkembangan kemandirian dan slf esteem Hafiz tetapi Mba sulit aku ingatkan, disamping usianya sebaya dengan ibuku. Boleh dikata justru aku yang diatur oleh Mba padahal aku yang menggajinya tiap bulan. Ironis memang...
Untuk mengatasi masalah pengaruh lingkungan ini aku bekerjasama dengan suami tentunya, Mida dan guru di sekolah. Pada suami aku utarakan niatku memberhentikan Mba. Menyamakan persepsi tentang pola asuh, merubah perilaku yang tidak baik menjadi baik dan sesuai dengan tuntutan agama (meski kita orang tua banyak juga perilaku yang jelek yang harus dirubah). Berkomunikasi dengan guru baik melalui HP atau bertemu langsung pada saat rapat dan pengajian walimurid, guru Muhammadiyyah yang diadakan secara berkala. Aku pasti ikut bahkan sebelum jam acara. Kesempatan itu aku manfaatkan untuk bertanya pada guru tentang proses perkembangan belajar anak. Pertanyaan juga aku berikan pada guru wali kelas sebelumnya (guru wali kelas 1) meski sekarang Hafiz sudah kelas 2. Tujuannya supaya aku mendapatkan informasi dari pandangan guru terdahulu bagaimana menurutnya Hafiz yang sekarang dengan yang dulu. Ini menjadi asesmen penting buatku dalam memberikan stimulus lanjutan di rumah, sehingga ada kesesuaian antara pendidikan di sekolah dengan di rumah.
Pada Mida aku titipkan anakku jika aku sedang kuliah (ceritanya lagi ngambil program Doktor). Ini berbeda dengan dahulu waktu Hafiz masih balita. Dahulu aku percayakan anak pada pembantu yang tidak memiliki ilmu dan akhlak Islami. Pernah satu kali aku mencari pembantu ke Lampung. Setelah bekerja satu bulan berkerja, ternyata kuketahui dia seorang perempuan yang pernah bekerja di Pangkalan Bantar Gebang (lokasi WTS terbesar Jakarta). Astagfirullah...Itu aku ketahui dari pengakuannya sendiri. Katanya "saya pernah mengantar teman yang cantik ke seorang Oom Cina. Dan saya diberi tips".
Nah kembali pada faktor yang mempengaruhi perkembangan anak, memang ada banyak faktor. Pada tulisan kali ini aku bahas dua saja dulu. Tentu ini pengalaman pribadi dan input yang aku dapatkan selama kuliah PAUD. Intinya, kita memang harus selalu waspada pada berbagai masalah anak. Jika ada masalah secepatnya cari solusi. Jangan sampai batas usia 8 tahun itu berlalu sia-sia tanpa ada perubahan sedikit pun atau justru kita menganggap anak kita baik-baik saja. Padahal banyak yang keliru dalam proses tumbuh kembangnya. Jika kita sebagai orang tua atau masyarakat yang peduli dengan anak usia dini memberikan perhatian pada mereka, insyaallah di masa depan anak-anak ini bisa menjadi manusia handal. Tidak ada lagi anak SMU yang tawuran, mahasiswa yang kecanduan narkoba atau hamil di luar nikah. Kasus-kasus seperti itu dimungkinkan sekali sudah bergejala sejak anak tersebut berusia dini. Hanya tidak disadari dan tidak ditindaklanjuti penyelesaian masalahnya.
Salam...
Inna shalati, wanusuki wamahyaya wa mamati, lillahirabbil alamin...


Sabtu, 19 September 2009

TIPS MEMASAK DI DAPUR
Kegiatan memasak merupakan aktivitas harian ibu rumah tangga. Meskipun terdengar sederhana, tetapi memasak juga harus profesional artinya perlu memperhatikan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam aktivitas tersebut. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan jika memasak di dapur, di antaranya;
  • Keamanan; keamanan lokasi memasak harus menjadi perhatian sebelum kita beraktivitas. Peletakan posisi strategis seperti colokan listrik untuk memblender, magic jar dan mesin cuci harus dipisahkan agar aman dan memudahkan kita bekerja. Begitu juga kompor dan gas yang digunakan. Bagi kita yang memiliki anak usia dini, ini menjadi perhatian khusus. Bila perlu beli alat untuk mengunci gas ketika gas tidak digunakan. Lantai tempat memasak juga perlu distandarkan, jangan terlalu licin atau terlalu kasar. Pilihlah keramik yang halus tetapi tidak licin. Dengan demikian memudahkan kita dalam membersihkan jika terdapat kotoran atau minyak yang menempel.
  • Kebersihan; tentu kebersihan lokasi juga turut diperhitungkan. Kebersihan alat dan bahan makanan yang sudah dibeli di pasar, hendaknya dicuci terlebih dahulu. Ini untuk menghindari berpindahnya kuman ke dalam dapur kita.
  • Tata letak peralatan masak; untuk memudahkan dan meringankan pekerjaan, sebaiknya letakkan alat yang sering digunakan pada posisi yang mudah terjangkau. Penempatan lemari gantung sangat membantu. Di dalamnya kita bisa menyimpan sendok, kecap, saos dan bumbu lainnya. Asalkan yang disimpan adalah barang-barang ringan yang tidak memberatkan lemari. Ini mengingat posisinya yang mengantung sehingga kita harus perkirakan barang apa saja yang bisa dimuat di dalamnya. Kemudian tempat pencuci piring juga tidak jauh dari lokasi memasak atau berada dekat dengan meja memasak.
  • Basah dan kering; bagi dapur yang luas bisa dipisahkan antara dapur basah dan kering. Dapur basah misalnya tempat pencuci piring, mencuci bahan makanan; ikan, daging dan lainnya. Sedangkan dapur kering tempat kita mengadon bahan makanan sebelum dimasak di dapur basah.

Jumat, 18 September 2009

HIDANGAN LEBARAN ALA WIDIA
Satu hari sebelum lebaran, kami selalu sibuk mempersiapkan hidangan. Baik itu kue-kue maupun masakan samba atau menu pelengkap seperti puding dan minuman manis. Jika di pulau Jawa ini, masyarakat selalu menyiapkan ketupat sebagai simbol lebaran, kami di daerah Padang tidak demikian. Hidangan khas lebaran mesti ada Rendang dan kue gadang. Uniknya, bagi orang tua yang memiliki anak gadis, biasanya kue gadang dibatuah (dipotong) di hari labaran oleh pacarnya atau teman lelaki yang datang berkunjung ke rumah. Hm....tradisi ini konon masih dijalankan oleh muda-mudi di daerah kampung Bukik Apik sebuah daerah kecil perbatasan antara Bukittinggi dan Payakumbuh. Kali ini kue gadang yang Widia sajikan adalah Bolu Pandan Cinta. Tentu yang membatuh pertama kali adalah suami sendiri, Uda Afri Yuwanda sebagai lambang cinta kasih kami . Melalui masakan, ungkapkan kasih sayang di antara kita....

BOLU PANDAN CINTA

Bahan:
Tepung teregu 200gr
Gula 100gr
Telur 4 butir
Margarin 100 gr (ditim)
Tbm 1 sendok makan
Baking powder 1/4 sendok teh
Daun Pandan 50 lembar
santan murni 1 00gr

Cara:
  • Giling halus daun pandan. Campurkan dengan santan. Remes kuat dan saring.
  • Masukkan gula dan telur ke dalam mangkuk mixer, aduk cepat selama 10 menit.
  • Pelankan adukan, masukkan TBm, baking powder. Aduk lagi dengan pelan.
  • Masukkan tepung kemudian margarin yang sudah ditim + sari pati pandan.
  • Masukkan adonan ke dalam cetakan yang sudah dilumuri margarin dan tepung, bakar di atas api sedang.
MACO LAWEH BALADO PATAIBahan:
Ikan asin (maco laweh) 1/4 kg
Petai 3 papan
Cabe merah keriting 1 ons
Bawang merah 1/2 ons
Minyak goreng 1/4 kg
Garam 1 sendok makan
Cara:
  • Ikan dicuci, keringkan. Petai cuci dan dipotong-potong.
  • Giling cabe+garam sampai agak halus tambahkan bawang merah, giling lagi.
  • Goreng petai dengan minyak panas sampai matang.
  • Goreng ikan dengan minyak panas sampai matang.
  • Tumis cabe yang sudah agak halus sampai wangi, kemudian masukkan ikan dan petai.Aduk rata, angkat.
RENDANG DAGING SAPI MUDA
Bahan:
Daging sapi muda 1kg
Kentang kecil 1/4kg (belah tak jadi)
Santan 1kg
Laos 1/2 ons iris tipis
Daun kunyit 1 lembar
Daun jeruk 3 lembar
Daun serai 3 lembar
Daun salam 3 lembar
Bumbu kering rendang 2 sendok makan
Bumbu:
Cabe merah keriting 1 ons
Jahe 1 ruas jari
Kemiri 4 buah
Bawang putih 4 buah
Bawang merah 10 buah
Merica 10 buah
Cara:
  • Bumbu giling halus. Masukkan ke dalam wajan+satan+daun-daunan. Aduk di atas api sedang sampai mendidih (tabik minyak)
  • Masukkan daging. Aduk sesekali saja, jangan sering sampai daging empuk. Kecilkan api kompor.
  • Masukkan kentang, aduk sedikit sesekali sampai warna rendang kecoklatan. Angkat.

Minggu, 13 September 2009

MEKANISME PENYUSUNAN DISERTASI

(CATATAN KULIAH PERDANA 30 AGUSTUS 2009)

Bagi rekan-rekan yang tidak menghadiri kuliah perdana atau tidak sempat mencatat hasil perkuliahan pada hari pertama kita menempuh program doktor ini, widia mencoba mengulang ulas di sini. Semoga dapat bermanfaat dan dijadikan sebagai bahan semangat agar kita dapat menyelesaikan studi dengan cepat dan baik. Judul tulisan ini merupakan tema ceramah Prof. Dr. Mulyono Abdurrahman selaku Asdir 1 yang baru dilantik sekitar 20 hari lalu. Untuk lebih jelasnya mari kita baca ulasan berikut ini;

A. MATA KULIAH PROGRAM DOKTOR (S3) PAUD TAHUN 2009 UNJ

MKDU;

Filsafat Ilmu Lanjutan

Metodologi Penelitian Lanjutan

Statistika 2

MKDK;

Isu-isu Kritis dalam Pendidikan

Orientasi Baru dalam Pendidikan

MKK;

Neuro Psikolinguistik AUD

Teori Bermain AUD dan Aplikasinya

Teori-Teori Perkembangan

Assesment dan Intervensi Perkembangan AUD Lanjutan

Teori, Model dan Keputusan dalam Teknologi Pendidikan

Difusi dan Inovasi Pendidikan

MATRIKULASI;

Orientasi Baru Dalam Psikologi Pendidikan

Teknologi Komunikasi dan Informasi dalam Pendidikan

Pembelajaran Terpadu

Perkembangan Anak Usia Dini

B. ALUR PERKULIAHAN

SEMESTER 1 (Agustus-Desember 2009)

Pada akhir perkuliahan semester 1, mahasiswa sudah diperbolehkan untuk mengajukan pengusulan promotor berikut judul disertasi yang diminati. Judul yang diambil berasal dari masalah yang layak untuk diteliti, diminati dan sanggup untuk dipecahkan. Boleh jadi judul ini akan mengalami perubahan pada sepanjang perkuliahan sampai masa bimbingan berakhir. Yang jelas judul ini sebaiknya sudah ada gambaran di akhir semester 1. Disertasi yang bagus adalah disertasi yang melawan arus. Artinya judul yang diangkat adalah judul yang memiliki nilai kebaruan, aktual dan dibutuhkan masyarakat.

Upayakan memanfaatkan masa perkuliahan dengan menghubungkan materi ajar dengan topik penelitian. Karena pada masa S3 ini mahasiswa dituntut untuk mampu berpikir analisis sintesis bukan berhenti pada tahap analisis saja. Banyak mahasiswa yang mampu mengikuti perkuliahan aktif dengan nilai yang sangat memuaskan, tetapi ketika memasuki masa bimbingan dengan promotor banyak mengalami kendala dari segi pola pikir. Ini menyebabkan lambatnya penyelesaian disertasi di kemudian hari.

Bagi mahasiswa yang berasal dari non kependidikan atau non PAUD diharapkan mengikuti mata kuliah matrikulasi untuk menunjang lengkapnya pemahaman mahasiswa terhadap PAUD. Mata kuliah ini disajikan bersamaan dengan mata kuliah regular yang sudah disusun sebelumnya. Mata kuliah matrikulasi ini ada 4 yaitu Orientasi Baru Dalam Psikologi Pendidikan, Teknologi Komunikasi dan Informasi dalam Pendidikan, Pembelajaran Terpadu dan Perkembangan Anak Usia Dini.

SEMESTER 2 (Maret-Juli 2010)

SK Komisi Promotor sudah bisa dimiliki mahasiswa pada semester ini. Dan mahasiswa sudah diperbolehkan menghubungi dan berkonsultasi dengan promotornya. Karena memang sudah diajukan di akhir semester 1, sehingga proses administrasi menjadi lebih cepat, tidak harus menunggu sampai selesai ujian komprehensif.

SEMESTER 3 (Desember 2009-Pebruari 2010)

Mata kuliah yang ada di semester 3 dipindahkan pada semester pendek yakni pada hari liburan setelah semester 2 berakhir. Setelah lulus semua mata kuliah maka mahasiswa mengikuti ujian komprehensif. Selain harus lulus semua mata kuliah, nilai IP harus minimal 3,0. Yang diujikan adalah seluruh mata kuliah yang sudah dipelajari dengan tatanan yang komprehensif. Jadi aneh rasanya jika ada mahasiswa yang tidak lulus komprehensif padahal semua mata kuliah disajikan setiap semester. Mungkinkah mahasiswa tersebut hanya titip absen setiap jadwal kuliah? My be…

Langkah berikutnya adalah;

SEMINAR PROPOSAL

PENELITIAN

PENYUSUNAN LAPORAN PENELITIAN

SEMINAR HASIL PENELITIAN

UJIAN TERTUTUP

UJIAN TERBUKA

WISUDA

Pada saat ujian tertutup mahasiswa diberi kesempatan mengulang untuk kedua kalinya, jika ujian pertama gagal. Tetapi pada saat ujian kedua gagal juga, maka mahasiswa yang bersangkutan di DO alias diberikan ijazah ‘pernah belajar di program S3 PAUD UNJ’. Sedangkan pada ujian terbuka, insyaallah semua mahasiswa yang sudah masuk ruang sidang dan mengikuti acara dengan baik atau kurang baik, 99% lulus jadi DOKTOR.

















































































Cileungsi, 14 September 2009

Widia Winata

MEKANISME PENYUSUNAN DISERTASI

(CATATAN KULIAH PERDANA 30 AGUSTUS 2009)

Bagi rekan-rekan yang tidak menghadiri kuliah perdana atau tidak sempat mencatat hasil perkuliahan pada hari pertama kita menempuh program doktor ini, widia mencoba mengulang ulas di sini. Semoga dapat bermanfaat dan dijadikan sebagai bahan semangat agar kita dapat menyelesaikan studi dengan cepat dan baik. Judul tulisan ini merupakan tema ceramah Prof. Dr. Mulyono Abdurrahman selaku Asdir 1 yang baru dilantik sekitar 20 hari lalu. Untuk lebih jelasnya mari kita baca ulasan berikut ini;

A. MATA KULIAH PROGRAM DOKTOR (S3) PAUD TAHUN 2009 UNJ

MKDU;

Filsafat Ilmu Lanjutan

Metodologi Penelitian Lanjutan

Statistika 2

MKDK;

Isu-isu Kritis dalam Pendidikan

Orientasi Baru dalam Pendidikan

MKK;

Neuro Psikolinguistik AUD

Teori Bermain AUD dan Aplikasinya

Teori-Teori Perkembangan

Assesment dan Intervensi Perkembangan AUD Lanjutan

Teori, Model dan Keputusan dalam Teknologi Pendidikan

Difusi dan Inovasi Pendidikan

MATRIKULASI;

Orientasi Baru Dalam Psikologi Pendidikan

Teknologi Komunikasi dan Informasi dalam Pendidikan

Pembelajaran Terpadu

Perkembangan Anak Usia Dini

B. ALUR PERKULIAHAN

SEMESTER 1 (Agustus-Desember 2009)

Pada akhir perkuliahan semester 1, mahasiswa sudah diperbolehkan untuk mengajukan pengusulan promotor berikut judul disertasi yang diminati. Judul yang diambil berasal dari masalah yang layak untuk diteliti, diminati dan sanggup untuk dipecahkan. Boleh jadi judul ini akan mengalami perubahan pada sepanjang perkuliahan sampai masa bimbingan berakhir. Yang jelas judul ini sebaiknya sudah ada gambaran di akhir semester 1. Disertasi yang bagus adalah disertasi yang melawan arus. Artinya judul yang diangkat adalah judul yang memiliki nilai kebaruan, aktual dan dibutuhkan masyarakat.

Upayakan memanfaatkan masa perkuliahan dengan menghubungkan materi ajar dengan topik penelitian. Karena pada masa S3 ini mahasiswa dituntut untuk mampu berpikir analisis sintesis bukan berhenti pada tahap analisis saja. Banyak mahasiswa yang mampu mengikuti perkuliahan aktif dengan nilai yang sangat memuaskan, tetapi ketika memasuki masa bimbingan dengan promotor banyak mengalami kendala dari segi pola pikir. Ini menyebabkan lambatnya penyelesaian disertasi di kemudian hari.

Bagi mahasiswa yang berasal dari non kependidikan atau non PAUD diharapkan mengikuti mata kuliah matrikulasi untuk menunjang lengkapnya pemahaman mahasiswa terhadap PAUD. Mata kuliah ini disajikan bersamaan dengan mata kuliah regular yang sudah disusun sebelumnya. Mata kuliah matrikulasi ini ada 4 yaitu Orientasi Baru Dalam Psikologi Pendidikan, Teknologi Komunikasi dan Informasi dalam Pendidikan, Pembelajaran Terpadu dan Perkembangan Anak Usia Dini.

SEMESTER 2 (Maret-Juli 2010)

SK Komisi Promotor sudah bisa dimiliki mahasiswa pada semester ini. Dan mahasiswa sudah diperbolehkan menghubungi dan berkonsultasi dengan promotornya. Karena memang sudah diajukan di akhir semester 1, sehingga proses administrasi menjadi lebih cepat, tidak harus menunggu sampai selesai ujian komprehensif.

SEMESTER 3 (Desember 2009-Pebruari 2010)

Mata kuliah yang ada di semester 3 dipindahkan pada semester pendek yakni pada hari liburan setelah semester 2 berakhir. Setelah lulus semua mata kuliah maka mahasiswa mengikuti ujian komprehensif. Selain harus lulus semua mata kuliah, nilai IP harus minimal 3,0. Yang diujikan adalah seluruh mata kuliah yang sudah dipelajari dengan tatanan yang komprehensif. Jadi aneh rasanya jika ada mahasiswa yang tidak lulus komprehensif padahal semua mata kuliah disajikan setiap semester. Mungkinkah mahasiswa tersebut hanya titip absen setiap jadwal kuliah? My be…

Langkah berikutnya adalah;

SEMINAR PROPOSAL

PENELITIAN

PENYUSUNAN LAPORAN PENELITIAN

SEMINAR HASIL PENELITIAN

UJIAN TERTUTUP

UJIAN TERBUKA

WISUDA

Pada saat ujian tertutup mahasiswa diberi kesempatan mengulang untuk kedua kalinya, jika ujian pertama gagal. Tetapi pada saat ujian kedua gagal juga, maka mahasiswa yang bersangkutan di DO alias diberikan ijazah ‘pernah belajar di program S3 PAUD UNJ’. Sedangkan pada ujian terbuka, insyaallah semua mahasiswa yang sudah masuk ruang sidang dan mengikuti acara dengan baik atau kurang baik, 99% lulus jadi DOKTOR.

C. PESERTA PROGRAM DOKTOR (S3) PAUD TAHUN 2009 UNJ

















































































Cileungsi, 14 September 2009

Widia Winata

Sabtu, 12 September 2009



MIE GORENG BUNDO KANDUANG

Pendahuluan

Jika ada acara istimewa seperti baralek gadang, ibu memasak mie goreng ini untuk para tamu. Boleh dikatakan bahwa ibu lah koki masak jika ada hajatan seperti mandoa, manjapuik anak atau hari raya Idul Fitri. Kenangan masakan bundo kanduang ini dicatat dalam buku Menu Masakan Bundo Kanduang yang sudah berumur belasan tahun tapi belum semua dipraktekkan. Satu persatu Widia coba menpraktekkan di dapur kecil kita dan dicatat kembali dalam tulisan di web ini. Dengan maksud agar budaya kuliner dari Minang Kabau tetap lestari meski generasi sudah akan berganti.

Bahan

Mie kuning ¼ kg

Telur 2 butir

Bawang merah 5 buah

Bawang putih 3 siung

Kol 1 ons

Buah pala 1 siung

Merica 10 biji

Kulit manis ½ ruas jari

Cengkeh 3 biji

Tomat merah 1 buah

Daun sop seledri+daun bawang 2 batang

Garam secukupnya

Minyak sayur 8 sendok makan

Cara

· Iris tipis-tipis; kol, bawang merah dan juga daun sop seledri+daun bawang. Pisahkan masing-masingnya.

· Rendam mie dalam air panas mendidih selama 2 menit. Tiriskan.

· Dadar tipis telur, gulung, kemudian iris tipis. Pisahkan.

· Giling bumbu; Buah pala, bawang putih, cengkeh, kulit manis, merica dan garam sampai halus. Setelah halus, masukkan kol yang sudah diiris. Aduk rata agar bumbu meresap kedalam kol.

· Tumis bawang goreng, setelah harum keluarkan dan sisihkan sementara.

· Tumis daun sop seledri+daun bawang, masukkan kol+mie. Aduk sampai rata dan meresap selama 3 menit.

· Masukkan irisan telur, irisan tomat dan bawang goreng. Setelah diaduk rata, tunggu 3 menit, angkat.

· Sajikan dalam kondisi hangat.

Saran Penyajian

Mie dapat ditaburi kerupuk gaguak atau kerupuk merah asli Padang.

Tingkat kesulitan

Meski hanya digunakan sedikit, tapi jenis bumbu tergolong banyak dan bervariasi. Sulit mengingat namanya bagi pemula seperti Widia. Dibutuhkan praktek beberapa kali lagi agar dapat mengingat tahap demi tahap pengerjaannya atau menghafal nama bumbu. Tapi setelah jadi, masakan ini lezat dan nikmat sekali. Sehingga kecapean merajik bumbu jadi terobati deh. Selamat mencoba!



BRO WNIES KUKUS PONDAN


Pendahuluan

Mngkin anda tahu atau bahkan pernah mencicipi Brownies Kukus Amanda yang berpusat di Bandung. Enak bukan? Widia salah seorang penggemarnya. Kadangkala Widia berpikir bagaimana cara membuat brownies yang lezat seperti itu. Coba-coba buat sendiri boleh juga ya…

Bahan

Telur 5 butir

Cokelat blok 100 gr

Margarin 100 gr

Butter 50 gr

Tepung brownies kukus merek Pondan 1 bungkus

Cara

· Campurkan cokelat blok, margarine dan butter ke dalam satu wadah, kemudian lumerkan di atas air mendidih yang dimasak di atas kompor (di tim)

· Panaskan kukusan dengan api besar sebelum mengocok telur.

· Kocok telur dengan kecepatan tinggi kurang lebih 3 menit sampai mengembang.

· Masukkan tepung kue Pondan kocok dengan kecepatan tinggi selama 4 menit sampai adonan mengental, masukkan cokelat tim yang sudah didinginkan ke dalam adonan kemudian aduk sampai merata dengan sendok kue.

· Masukkan 1/3 bagian adonan ke dalam Loyang kotak persegi ukuran 20x20 cm yang telah dilumuri margarine, kukus dengan api besar selama 10 menit. Masukkan lagi 2/3 sisa adonan tadi, letakkan di atas Brownies kukus yang telah matang lalu kukus kembali kurang lebih 25 menit sampai matang.

· Untuk mengetahui kue sudah matang atau belum, bisa ditusuk dengan lidi lalu angkat. Bila tidak ada adonan yang menempel pada lidi berarti kue sudah matang.

· Setelah matang, potong sesuai kreativitas dan sajikan.

Saran Penyajian

Untuk penyajian, brownies kukus bisa ditaburi keju atau kacang yang sudah dihaluskan.


BROWNIES KUKUS SI HITAM MANIS
Bahan:
  • Telur 4 butir
  • Santan 100 cc
  • Keju parut
  • Margarin secukupnya
  • Tepung kue brownies kukus ketan hitam merek Pondan siap saji 1 bungkus
Cara:
  • Panaskan kukusan dengan api besar.
  • Kocok telur dengan kecepatan tinggi selama kurang lebih 4 menit sampai mengembang.
  • Masukkan tepung kue lalu kocok kembali dengan kecepatan tinggi 6-7 menit sampai adonan mengembang dan kental.
  • Masukkan santan ke dalam adonan lalu aduk hingga rata dengan spatula/sendok karet.
  • Masukkan adonan ke dalam loyang berukuran 18x18x7cm yang telah diolesi dengan margarin.
  • Kukus dengan api besar sampai matang atau durasi 25-30 menit.
  • Angkat loyang dari dalam kukusan dan biarkan sampai dingin hingga kue dapat dikeluarkan dari loyang.
  • Siap untuk disajikan
Saran Penyajian:
Sajikan dalam kondisi agak dingin dengan minuman seperti perasan air jeruk hangat.
Pengalaman Praktek:

Proses pembuatan kue ini sangat mudah dan cocok untuk pemula seperti Widia. Peralatan dapur yang digunakan juga tidak banyak.

KUE BOLU PISANG AMBON

Pendahuluan

Memasuki hari sepuluh terakhir berpuasa, biasanya kita sudah agak malas untuk santap sahur. Banyak yang bilang tidak selera makan, cape bangun sahur, dll. Apa pun alasannya, selera makan memang harus dipelihara agar asupan gizi tetap bisa masuk ke tubuh kita dan dicerna oleh tubuh dengan baik.

Untuk mengatasi kurangnya selera makan, kita harus cerdik memilih menu yang bervariasi agar tidak bosan dan dapat mengundang selera seluruh anggota keluarga. Beberapa resep makan ini bisa dicoba agar dapat menyuguhkan pilihan makanan dan minuman yang menarik dan lezat. Resep ini Widia dapatkan dari ibu beberapa tahun lalu, tapi baru sekarang dipraktekkan. Tentu saja sudah diujicobakan di dapur Widia dengan tahapan sebagai berikut;

Bahan

Tepung terigu 1 ½ gelas

Telur ayam 4 butir

Margarin 100 gr

Gula 1 gelas

Perem aroma pisang 2 tetes

TBM 1 sendok makan

Vanile ½ sendok makan

Mises banyaknya sesuai selera

Pisang ambon matang yang sudah diserut halus 1 gelas

Cara

Cairkan margarine di atas api sedang. Angkat dan tunggu dingin. Aduk telur dan gula dengan mixer dengan kecepatan tinggi selama kurang lebih 10 menit. Masukkan vanile+perem+TBM. Setelah adonan mengembang, masukkan tepung secara perlahan+pisang+margarine. Aduk rata. Masukkan adonan ke dalam cetakan yang sudah dilumuri margarine+sedikit tepung, bakar di atas api sedang. Sekitar 25 menit atau jika sudah matang, angkat kue dan pindahkan ke piring kue. Taburkan mises di atas kue yang sudah matang. Gunakan mises warna-warni untuk penampilan kue lebih cantik dan menarik perhatian anak-anak kita.

Saran Penyajian

· Sajikan dalam kondisi hangat sehingga kue masih renyah dan lezat.

· Padukan sajian dengan minuman teh hangat, bila makan di waktu sahur atau jus buah bila makan di waktu berbuka puasa.

Tingkat kesulitan

· Berhubung ini kali pertama praktek membuat kue, masih banyak peralatan dapur yang belum komplit. Takaran bahan menggunakan gelas sederhana atau disebut juga dengan gelas kaki lima.

· Proses pembakaran di atas kompor gas, menurut informasi terakhir, ada alat bakar yang otomatis sambungan ke listrik sehingga memudahkan proses pembakaran.

· Tahapan memasak yang dilalui harus sistematis, jangan sampai lupa atau dibalik antara satu tahap ke tahap berikutnya.

Selamat mencoba!